Post Details

  • Berita
  • Admin
  • 15 Jun 2026


Wujudkan Lingkungan yang Aman dan Nyaman PonPes Al Mubaarok Manggisan Wonosobo Gelar Seminar Pesantren Ramah Perempuan dan Anak Bersama BKOW Jateng


Wonosobo — Pondok Pesantren Al-Mubaarok Manggisan sukses menggelar seminar bertajuk “Pesantren Ramah Perempuan dan Anak” pada Senin (15/6/2026). Mengusung tema “Membangun Kesadaran Kesehatan Mental dan Santri Konselor Sebaya (Peer Counselor)”, acara ini merupakan bentuk kerja sama kedua antara Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Jawa Tengah dengan pondok pesantren, setelah sebelumnya sukses dilaksanakan di Pondok Pesantren Gunung Jati, Semarang.

Seminar yang berlangsung di Gedung Pendopo Bawah Pondok Pesantren Al-Mubaarok ini dihadiri oleh seluruh santriwati kelas 12 Ulya.

Ketua panitia, Dr. Chusnul Hayati, menyatakan bahwa tujuan diadakannya seminar ini adalah untuk mendukung program pemerintah, mempertegas pemahaman santri terhadap nilai-nilai pesantren, serta membentuk mental yang lebih kuat.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dan harapan besar dari Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mubaarok, KH. Nur Hidayatulloh. Beliau berharap seluruh santri dapat menyerap manfaat dan menyebarluaskan ilmu yang diperoleh dari seminar ini di masa depan.

Pondasi Iman untuk Kesehatan Mental

Acara inti diisi dengan pemaparan materi oleh Ketua Umum BKOW Jateng, Ibu Hj. Nawal Arafah Yasin, M.S.I. Dalam paparannya, beliau mengupas tuntas masalah kesehatan mental santri serta strategi pencegahan dan penanganannya yang berbasis nilai-nilai pesantren.

“Menjadi wanita tangguh dan bernilai haruslah dimulai dari seorang ibu yang jujur. Berdasarkan firman Allah dalam Surah Luqman, perempuan memerlukan iman yang kuat. Perempuan dengan segala potensinya, jika tanpa pondasi iman yang kuat, akan menjadi lemah,” ujar Ning Nawal (sapaan akrabnya).

Beliau juga menambahkan bahwa perempuan harus memiliki sifat muroqobah (merasa selalu diawasi oleh Allah) agar terhindar dari maksiat, serta menjadi ‘abidah (ahli ibadah) yang senantiasa fokus beribadah tanpa larut dalam gejolak perasaan yang negatif.

Saat sesi tanya jawab, Ning Nawal memberikan pesan mendalam kepada salah satu audiens yang bertanya. “Mbak, jika engkau kelak ingin menjadi pendakwah, jangan hanya mengharapkan pujian. Karena pujian itu hanya bersifat sementara. Berniatlah semata-mata untuk mendapat rida dari Allah,” tuturnya.

Peran Konselor Sebaya di Pesantren

Pemaparan kedua disampaikan oleh akademisi dari Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro (UNDIP), Ibu Jati Arianti, S.Psi., M.Psi., Ph.D. Beliau menjelaskan materi mengenai pembangunan kesehatan mental santri serta pentingnya peran kelompok santri konselor sebaya di lingkungan pesantren.

“Jadilah diri sendiri. Dan jika kamu bersedih, jangan khawatir, karena akan selalu ada teman di sampingmu,” pesan Ibu Jati kepada para santriwati.

Materi terakhir disampaikan oleh Ibu Fajriatul Muflihah, S.Ag., M.H., yang mengulas tentang bentuk dukungan pemerintah serta relevansi nilai-nilai pesantren dalam membentuk santri konselor sebaya. Seluruh santriwati terlihat sangat antusias menyimak materi dan motivasi yang dituturkan oleh ketiga narasumber.

Seminar diakhiri dengan penyerahan cenderamata kepada Ibu Ny. Hj. Nur Farida Hidayat dan ditutup dengan sesi foto bersama. Melalui acara ini, Pondok Pesantren Al-Mubaarok diharapkan dapat terus menciptakan lingkungan belajar yang tidak hanya kaya akan ilmu agama, tetapi juga menjadi tempat yang ramah, aman, dan nyaman bagi tumbuh kembang santri.

(Tim Literasi Mahasantri)