Post Details

  • Bahtsul Masaail
  • Admin
  • 12 Dec 2025


Adu Argumen di Bahsul Masail Santri AlMubaarok Bahas Dilema Konten Kontroversial di Media Sosial


Wonosobo – Pondok Pesantren (PP) Al-Mubaarok mengambil sikap tegas terhadap fenomena "konten pesantren" yang provokatif di media sosial. Melalui forum rutin Bahsul Masail yang digelar Sabtu (13/12/2025) malam, ribuan santri kelas salaf diminta merumuskan fatwa terkait hukum membagikan dan mengomentari unggahan tokoh kontroversial.

Isu ini mencuat seiring maraknya konten kreator yang mengomentari pesantren dengan gaya beragam, tak jarang memicu perdebatan. Santri dihadapkan pada dilema: di satu sisi, ada kewajiban agama untuk meluruskan kesalahpahaman yang beredar di masyarakat. Namun, di sisi lain, tindakan share dan komentar justru dikhawatirkan memberi "oksigen" pada algoritma, membuat konten negatif tersebut semakin viral (mafsadah).

Dua persoalan utama yang didiskusikan oleh perwakilan kelas Fathul Wahab, Al-Mahalli, Al-Bukhori, dan Ihya’ Ulumuddin adalah:

Hukum membagikan dan mengomentari unggahan kontroversial dengan niat meluruskan.

Langkah paling maslahat yang harus diambil santri.

Suasana sempat memanas ketika dua kelompok memaparkan argumen yang saling bertentangan:

Kelas Al-Mahalli: Berpendapat bahwa menanggapi diperbolehkan dan diperlukan. Kelompok ini berpegangan pada kitab Al-Adzkar yang menganjurkan tokoh agama untuk segera meluruskan kekeliruan demi mencegah dampak buruk di masyarakat.

Kelas Al-Bukhori: Berpendapat sebaiknya dihindari. Kelompok ini khawatir aktivitas share dan komentar justru akan meningkatkan keviralan konten tersebut. Argumen mereka didasarkan pada kaidah akhafudz dhararain (memilih mudarat yang lebih ringan) dengan menghindari viralitas yang lebih besar.

Keputusan Final: Boleh Menanggapi, Namun Lebih Baik Melawan dengan Konten Positif
Setelah mendengarkan adu argumentasi, para mushohih (perumus keputusan) Bahsul Masail PP Al-Mubaarok mengeluarkan kesimpulan sebagai suara baru sikap santri di era digital:

Hukum Meluruskan Konten: Secara hukum asal, menanggapi konten kontroversial tetap diperbolehkan. Alasannya, unggahan dan komentar penonton dinilai tidak selalu berpengaruh signifikan terhadap tingkat keviralan sebuah konten.

Rekomendasi Utama (Langkah Paling Maslahat): Santri didorong untuk mengambil langkah yang lebih produktif dan edukatif.

Rekomendasinya adalah membuat konten tandingan (konten counter) yang bersifat edukatif, santun, dan membawa kemaslahatan, alih-alih ikut memviralkan konten negatif.

Hasil Bahsul Masail ini diharapkan menjadi landasan sikap yang jelas bagi para santri dalam menyikapi perkembangan digital kontemporer, menjadikan mereka aktif sebagai agen kebaikan di ruang media sosial.

Oleh : Anis Khoirul Umam