Post Details

  • Berita
  • Admin
  • 18 Jul 2025


138 Wisudawan Bayyinati dan Khotmil Quran ke 13


Al-Qur’an adalah kitab suci yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman hidup bagi seluruh umat manusia. Ia adalah kalamullah yang bersifat qodim, tak pernah membosankan untuk didengar, dan wajib disucikan dari segala bentuk penyimpangan, baik ucapan, perbuatan, maupun kehendak.

Pada hari Kamis, 17 Juli 2025, bertempat di Mushola Pondok Pesantren Al-Mubaarok Manggisan, telah diselenggarakan Wisuda Pembelajaran Al-Qur’an Metode Bayyinati dan Khotmil Qur’an yang ke-13.

Acara ini diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an oleh para wisudawan, dilanjutkan dengan sambutan dari para pembina dan pengasuh pondok. Alhamdulillah, setelah melalui proses pembelajaran dan berbagai ujian selama bertahun-tahun, sebanyak 138 santri dinyatakan lulus dalam program Bayyinati tingkat santri dan pada malam ini resmi diwisuda.

Sambutan pertama disampaikan oleh Bapak Faid Choiron, M.Pd., selaku Koordinator Pembelajaran Al-Qur’an Metode Bayyinati. Dalam pesannya, beliau berharap para wisudawan dapat terus meningkatkan semangat dalam memperdalam isi Al-Qur’an meski telah diwisuda. Beliau juga mendorong agar para santri semakin mencintai Al-Qur’an dan mampu menginspirasi lebih banyak orang untuk mempelajarinya. Wisuda ini, lanjut beliau, adalah penanda bahwa santri telah menyelesaikan tahap penting dalam pembelajaran Al-Qur’an.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Pengasuh, Gus Muhammad Fahmu Aufa, Lc., yang mengingatkan bahwa Al-Qur’an adalah kunci terbukanya lautan ilmu pengetahuan. Karenanya, Al-Qur’an tidak boleh disia-siakan. Beliau menekankan pentingnya memahami Al-Qur’an tidak hanya lewat terjemahan, namun juga dengan menggali makna dari setiap hurufnya. Seperti halnya kita bertawadhu kepada guru, demikian pula adab kita kepada Al-Qur’an: membacanya dengan penuh hormat dan menjaga mushafnya, bahkan meskipun hanya berupa sobekan kecil.

Wisuda ini bukan hanya bentuk penghargaan atas pencapaian para santri, tetapi juga menjadi motivasi bagi santri lainnya untuk menapaki jejak yang sama. Semoga para santri yang telah diwisuda menjadi pribadi yang berakhlak mulia, mencintai Al-Qur’an, dan berpegang teguh pada ajaran-ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.