Post Details

  • Berita
  • Admin
  • 22 Jun 2025


Langkah Baru di Bumi Al Mubaarok Manggisan


Wonosobo, 22 Juni 2025 – Pondok Pesantren Al-Mubaarok Manggisan, Wonosobo, kembali menyambut kedatangan para santri baru dari berbagai penjuru nusantara. Mereka datang dengan semangat dan harapan besar untuk menuntut ilmu dan mengabdi kepada agama melalui lembaga pesantren yang telah menorehkan sejarah panjang dalam dunia pendidikan Islam.

Proses Penerimaan Santri Baru (PSB) tahun ini dibuka sejak 1 Januari 2025 melalui sistem pendaftaran online (PSB ONLINE) yang tersedia di situs resmi pesantren. Berdasarkan data panitia, tercatat lebih dari 1.000 calon santri telah mendaftarkan diri secara daring dari berbagai daerah di Indonesia.

Setelah menyelesaikan tahap pendaftaran online, para calon santri diwajibkan mengikuti pendaftaran ulang secara langsung (PSB OFFLINE) di lingkungan pondok pada  21-22 Juni 2025. Proses ini meliputi pelunasan administrasi serta tahapan penting berupa "pasrahan santri" atau serah terima calon santri kepada pengasuh pesantren.

Untuk mendukung kelancaran proses kedatangan, panitia mendirikan Pos Informasi Santri Baru di area depan pondok. Pos ini menjadi pusat layanan yang memberikan informasi teknis kepada para wali santri,, memeriksa kelengkapan berkas, serta memberikan panduan lokasi asrama. yang terdiri dari kelas fathul wahab – Al-Mahali dengan sigap dan ramah membantu proses kedatangan dari pagi hingga sore hari.

Selain Pos Informasi, panitia juga menyediakan tim pengantar barang santri. Para panitia membantu menurunkan dan membawa koper, kardus, kasur, dan perlengkapan pribadi santri dari  menuju kamar asrama masing-masing. Hal ini sangat membantu para wali, terutama yang datang dari jauh atau membawa barang dalam jumlah besar. Pelayanan ini menjadi bagian dari upaya menyambut santri baru dengan pelayanan terbaik dan penuh keramahan

Prosesi pasrahan santri berlangsung dengan khidmat di hadapan KH. Nur Hidayatulloh dan Nyai Hj. Nur Farida Hidayyah selaku pengasuh Pondok Pesantren Al-Mubaarok. Dalam momen simbolis tersebut, para wali santri menyerahkan anak-anak mereka secara langsung kepada pengasuh sebagai bentuk kepercayaan penuh untuk mendidik dan membimbing mereka selama menempuh pendidikan di pesantren.

Tak hanya menjadi momen administratif, hari itu juga menjadi momen penuh haru bagi para wali santri. Setelah prosesi pasrahan usai, suasana keramaian pagi itu perlahan berubah menjadi sendu penuh isak dan tangis. Para ibu memeluk erat anak-anak mereka, tak sedikit air mata jatuh mengiringi doa dan pesan terakhir sebelum melepas sang buah hati untuk hidup mandiri di pondok.

Beberapa santri baru tampak menyeka air mata, berusaha tegar melepas genggaman tangan orang tua mereka. Suasana ini menjadi potret nyata perjuangan dan pengorbanan kedua belah pihak: anak yang siap berjuang menuntut ilmu, serta orang tua yang ikhlas melepas demi masa depan anaknya. dan para wali santri mulai meninggalkan lingkungan pesantren, yang tersisa hanyalah langkah kaki santri menuju asrama, membawa harapan, cita, dan amanah orang tua.

Dengan semangat “Berpijak di Bumi Al-Mubaarok”, para santri baru diharapkan mampu menapaki jalan ilmu dan pengabdian dengan penuh kesungguhan, serta menjadikan Pondok Pesantren Al-Mubaarok sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya jiwa-jiwa pejuang ilmu dan dakwah.