Post Details

  • Berita
  • Admin
  • 06 Nov 2026


Acara Sambangan PP Al Mubaarok Manggisan Jadi Momentum Dorongan Moral Santri


Wonosobo – Suasana Pondok Pesantren Al Mubaarok Manggisan, Wonosobo, dipenuhi oleh gelombang emosi yang mendalam pada kamis, 05 November 20026. Isak tangis haru bercampur kebahagiaan pecah tatkala ribuan wali santri akhirnya dapat melepas rindu dengan buah hati mereka dalam agenda tahunan "sambangan"

Acara yang mempertemukan kembali para santri dan orang tua ini bukan sekadar ajang pelepas rindu biasa. Lebih dari itu, momentum ini dihadirkan khusus untuk membakar kembali semangat para santri dalam menuntut ilmu, serta memberikan dorongan moral agar mereka terus berkembang menjadi pribadi yang lebih tangguh dan berprestasi.

Rangkaian Acara Terstruktur Demi Kenyamanan Bersama

Demi menjaga ketertiban dan kekhidmatan acara, pihak panitia memberlakukan sistem penjemputan waktu yang terbagi secara terpisah antara santri putra dan putri dalam dua sesi (shift):

  • Shift 1 (Pukul 08.00 – 11.00 WIB): Khusus diperuntukkan bagi wali santri dari wilayah Wonosobo dan sekitarnya, Temanggung, Magelang, serta daerah luar Jawa dan Jabodetabek.
  • Shift 2 (Pukul 13.00 – 15.00 WIB): Dikhususkan bagi wali santri yang berasal dari daerah di luar wilayah tersebut.

Antusiasme tinggi tampak jelas dari raut wajah para orang tua yang hadir dari berbagai daerah, meski harus menempuh perjalanan jauh. Salah satunya datang dari Ibu Ika, wali santri dari Nada Aisyah A. asal Bekasi.

"Alhamdulillah, kami sangat bangga kepada seluruh santri, terutama putri kami. Karena dari mondok ini mereka belajar apa arti kemandirian. Dan ketertarikan kami mendidik di sini, karena kurikulum PPF-nya yang 70% pelajaran umum, juga tempat dan suasananya nyaman untuk belajar," ungkap Ibu Ika dengan penuh rasa syukur.

Ia juga menitipkan harapan besar bagi sang buah hati agar senantiasa memiliki keteguhan hati dalam menimba ilmu. "Harapan kami ke depannya agar lebih semangat belajar dan terus kejar ketertinggalan untuk masa depan yang lebih baik," tambahnya.

Meskipun durasi waktu sambangan kali ini terasa begitu singkat, hal tersebut sama sekali tidak menyurutkan niat para orang tua. Dengan penuh pengorbanan, mereka tetap membela waktu untuk datang menjenguk, memberikan suntikan motivasi secara langsung, serta mendengarkan setiap keluh kesah putra-putri tercinta selama menuntut ilmu di pesantren.

Kunjungan singkat ini menjadi bahan bakar emosional yang amat berharga bagi para santri untuk kembali melanjutkan hari-hari di pesantren dengan senyum dan keteguhan.

Tetaplah semangat! Walaupun ada masalah yang menghambat, tetaplah ingat—ada orang tua di rumah yang senantiasa mendoakanmu secara hebat.